
A few months passed and Arin was finally able to live happily with Reza. Although Arin initially felt hurt because of Reza's actions, however, Arin had to face the chest.
All this Arin did just because of his son. Arin does not want his son to be a victim because of the selfishness of his parents. Arin must be able to forgive all of Reza's mistakes. As a woman, forgiveness is easy to say.
But for a woman it is not easy to forget all the betrayals that have happened.
"What's up Rin? Why did you notice something you were thinking about?" ask Reza.
"Ah no sis, it's just a big brother's feeling" replied Arin who was trying to dodge.
I don't know why since these few days Arin like always daydreaming. Maybe because Arin has not completely forgotten Reza's mistakes. Like a paper that has been squeezed maybe the paper will not return perfect.
Maybe that's Arin's heart too. Although actually forgiving but difficult for Arin to forget. As time goes by, the pain may soon go away.
"But why do you always feel bad" Reza said.
"Ah, no need to talk about it anymore. The past let it pass, the most important thing now is that we start all over again" said Arin who tried to calm himself.
"Yes Rin, you're right."
The name of married life will always experience their own trials. It all depends on how we react.
Although it is not easy for them, but over time they will definitely get real happiness. Happiness in living in a household.
"Thank you Sintia because you are willing to accept me back" Panji said. He was sitting next to Sintia who was sitting in front of the porch of the house.
"Ya mas sama-sama, aku akan belajar menjadi istri yang lebih baik lagi," ujar Sintia.
"Aku juga Sintia, mulai sekarang aku akan berusaha menjadi suami yang lebih baik lagi."
Betapa indahnya berumah tangga jika bisa saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Tidak ada yang di tutup-tutupi dan saling terbuka terhadap hal apapun.
Yang terpenting dalam sebuah rumah tangga yaitu komunikasi yang baik. Selain itu kita juga harus memiliki waktu untuk menghabiskan waktu bersama dengan pasangan kita.
Akhirnya pasangan Arin dan Reza, serta Sintia dengan Panji dapat hidup bahagia dengan keluarga mereka masing-masing. Yang namanya kehidupan memang tidak akan pernah ada yang tahu ke depannya akan seperti apa.
Sebagai manusia kita hanya bisa berusaha, berserah dan berpasrah diri. Kita hanya bisa membuat rencana, akan tetapi Tuhan lah yang tetap Maha Menentukan Segalanya.
Termasuk dalam sebuah hubungan rumah tangga. Sebagai manusia kita sudah di takdirkan bersama jodoh kita masing-masing. Karena jodoh itu hanya rahasia Tuhan. Kita tidak akan pernah tahu bersama siapa kita akan hidup.
Begitupun kita tidak pernah tahu sampai kapan kita bisa menjalani setiap episode dalam kehidupan ini. Yang terpenting bagi kita bisa menjalani kehidupan ini dengan penuh rasa syukur dan tawakal kepada-Nya.