
Hi everybody... 😁
Thank you so much for always following this story. The author hopes that you will also stop by other author stories as well. One of these..
Title: The Love that Divides
Chapters 1. Fiesta
In the party crowd, Mauli was talking with her friends. The sound of a very loud music boom adds to the crowded atmosphere in the place. Various types of food and drink dishes lined up on the large and long table.
Everyone enjoyed the party. Yes, Mauli's wedding anniversary party named Adam and Lisa. They celebrated their fifth wedding anniversary. How happy the couple was.
In the corner of Mauli's room with her friends were busy talking.
"Where is your husband Mauli? Why didn't he come to this show?"
Asked a friend of Mauli who suddenly asked her husband Mauli suddenly came and approached Mauli.
"He's a hospital with patients who need his energy" Mauli replied.
Mauli explained about her husband to her friend.
Adam and Lisa will blow their candles. All the guests in the ceremony seemed to swarm the two of them. They saw their happiness on their faces.
Lisa adalah teman Mauli sejak masih Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selama tiga tahun sekolah mereka selalu duduk satu bangku. Di sekolah memang Lisa lah teman terbaik Mauli. Mereka selalu pergi bersama. Bahkan hingga kini sudah menikah, mereka masih berteman dengan baik.
"Selamat ulang tahun pernikahan sayang." Dengan tiba-tiba Adam mendaratkan sebuah kecupan hangat di atas pucuk kepala Lisa.
"Selamat ulang tahun pernikahan juga sayang. Maafkan aku yang masih belum bisa menjadi istri yang baik." Dengan mata yang berkaca-kaca Lisa mengutarakan isi hatinya.
"Tidak sayang, kau adalah seorang istri yang sangat baik." Adam pun kembali mendaratkan kecupannya di atas pucuk kepala Lisa.
Semua tamu yang hadir dan menyaksikan mereka berdua nampak terlihat haru melihat kemesraan mereka berdua. Kemesraan yang selalu mereka tunjukan dihadapan umum dan membuat iri bagi siapapun yang melihatnya.
"Selamat Lisa, semoga pernikahanmu selalu bahagia," ujar Mauli.
Mauli langsung menghampiri teman baiknya itu. Mereka langsung melakukan wefie untuk dijadikan status whatsapp atau insta story mereka.
"Terima kasih banyak Mauli, karena kamu sudah hadir malam ini. Oiya kemana Akmal dia tidak ikut bersamamu?" Tanya Lisa yang menautkan kedua halisnya, karena biasanya mereka selalu datang berdua.
"Dia sedang ada pekerjaan Lisa. Sedangkan dirumah sakit kekurangan tenaga medis. Makanya Akmal dipanggil untuk bertugas kesana," jelas Mauli.
"Begitulah Lisa, mau tidak mau Akmal harus pergi ke sana menyelamatkan banyak jiwa yang memerlukan pertolongannya." Dengan wajah yang sendu Mauli menjelaskan pekerjaan suaminya pada Lisa.
"Sudahlah Mauli jangan sedih, disini kan banyak teman-teman. Nikmati pesta ini Mauli." Sambil menarik tangan Mauli, Lisa mengajak Mauli untuk menari. Mereka pun menari bersama. Setelah beberapa menit Mauli menari, Mauli kelelahan dan duduk sambil meneguk segelas jus orange.
Saat memeriksa ponsel, Mauli langsung membuka pesan.
📩 Bagaimana dengan pestanya sayang? Apa disana sangat menyenangkan?
Sayang aku sedang dalam perjalanan akan menjemputmu..
Aku sayang padamu, i love you.. 😘🤗
Mauli pun senyum-senyum sendiri dengan pipi yang merona. Dia merasa sangat senang menerima pesan itu. Mauli langsung ke luar rumah dan melihat sekeliling halaman, " mungkin sebentar lagi Akmal akan segera tiba menjemputku," gumam batin Mauli.
Setelah menerima pesan itu Mauli langsung berpamitan pada Adam dan Lisa. Saat tiba diteras luar Mauli langsung menatap sekeliling halaman. Setelah beberapa menit menunggu tiba-tiba ada seseorang yang memeluk Mauli dari belakang. "Akmal, kamu udah lama datang?" Tanya Mauli karena terkejut dengan kedatangan Akmal.
"Aku baru saja tiba sayang, i love you.." Jawab Akmal yang langsung memeluk Mauli dari belakang.
Mauli yang sudah tahu wangi aroma parfum Akmal memang tidak pernah salah. Parfum itu memang selalu melekat harum di tubuh Akmal. Akmal yang tak henti-hentinya memeluk Mauli dari belakang seakan mengisyaratkan jika ia memang sangat merindukan Mauli.
"Sayang, lepas.. Nanti ada yang melihat kita loh.." Mauli berusaha melepaskan pelukan Akmal yang membuat dadanya sesak. Mauli khawatir jika ada seseorang yang akan melihat mereka.
"Tidak mau, biarkan akun memelukmu sayang." Timpal Akmal yang seolah tidak mau melepaskan pelukannya.
"Tapi bagaimana jika ada yang melihat kita?"
Mauli pun langsung membalikan tubuh Mauli kehadapan Akmal dan langsung mendaratkan ciuman hangat di bibir Akmal.
"Sudah ayo kita pulang." Ajak Mauli setelah mendaratkan kecupannya di bibir Akmal.
Setelah mendaratkan bibirnya, Mauli langsung menggandeng tangan Akmal menuju mobil yang tak jauh dari rumah Lisa.
"Bagaimana acaranya sayang?" Dalam perjalanan sambil menyetir kemudinya Akmal langsung membuka pembicaraan.
"Acaranya ramai sayang. Disana aku bertemu dengan teman-teman lamaku. Kita berbincang dan menari bersama." Jawab Mauli antusias.
"Wah seru ya. Seandainya aku bisa hadir diacara itu. Apa kamu sudah makan?" Tanya Akmal yang merasa khawatir. Sambil menoleh ke arah Mauli ternyata Mauli sudah terlelap tidur. Akmal pun tersenyum tipis melihat Mauli.
"Sayang, pasti kamu kelelahan." Akmal mengusap kepala Mauli.